JAKARTA - Bilqis Anindya Passa, bayi berusia 18 bulan, yang menderita atresia bilier atau kelainan pada hatinya, sore ini telah meninggal dunia. Bilqis meninggal di RS Karyadi Semarang, tempatnya dirawat selama ini.
Tante Bilqis, Fairuz, saat dihubungi okezone membenarkan telah berpulangnya Bilqis ke haribaan-Nya. "Iya, tadi pukul 15.00 WIB," ujarnya sambil sesegukan, Sabtu (10/4/2010).
Fairuz tidak bisa menyebutkan keadaan yang membuat Bilqis tidak bisa bertahan. Secara singkat, dia hanya menyebutkan Bilqis meninggal karena penyakitnya.
Kini, Fairuz bersama ibu Bilqis, Dewi Farida, sedang berada di Bandara Soekarno-Hatta untuk selekasnya berangkat ke Semarang.
Kondisi Bilqis berulangkali kritis menjelang operasi pencakokan hati yang akan dilakukan tim dokter RS Karyadi. Kondisi kritis yang dialami Bilqis terakhir kali terjadi pada 24 Maret lalu.
Saat itu Bilqis mengalami radang paru-paru. Hal ini sangat ironis mengingat kondisi kesehatan menjadi penentu pelaksanaan operasi.
Ibunda Bilqis, sempat membuka posko Koin Peduli Bilqis, untuk meminta bantuan pada masyarakat atas penyakit yang diderita anaknya. Hingga pada akhirnya Kementerian Kesehatan terketuk untuk menanggung semua biaya operasi pencangkokan hati bagi Bilqis.(hri)
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar